Felt in Love with Ora

“Belum bisa move on”

Kalimat yang biasa kita keluar kan ketika abis putus ama pacar, terus galau ga selesai-selesai (been there)

Salah satu langkahnya adalah traveling … short gateaway! ESCAPE

Oktober lalu sebelum masuk ke kantor baru, muncul-lah ide gila jalan ke Ambon nyusul Mba Astin Soekanto @astinsoekanto, (salah satu orang GILA yang gue kenal).

A : “Ni, ke Ora yuk..”

O : “hhmm, kapan mba?”

A : “tanggal _______”

O : diem sebentar, mikir….”OK mba..”

kira-kira begitulah percakapan singkat kami di whatsapp …

Agak nekat emang, duit pas,pasan, pesen tiket H-2 sebelum berangkat.

Sampe di Ambon agak kaget dan amaze karena AKHIRNYA sampe juga. Ini adalah perjalanan yang lumayan ter-deg-deg-an karena biasanya ikut open trip dan ini Ambon cuy. Gue punya kesan kalo agak menyeramkan. Tapi ternyata itu SALAH. Keadaan mencekam, orang-orang kasar tidak tampak dan kotanya ya biasa aja, tidak semenakutkan bayangan gue. Denger cerita mba Astin memang ada tempat yang konflik, tapi kalo di kotanya mah santai wae.

Begitu landing saya dikerubutin driver yang menawarkan jasa mobilnya. Kata seorang teman FRSKY yang sudah pernah ke Ambon, ya emang mesti pesen mobil sih dengan kisaran harga Rp. 500.000,- … sambil menepi mau sebats, akhirnya ketemulah dengan Pepe sang driver. Nawarin dengan baik dan sopan, kita ngobrol” akhirnya deal lah kami. Rute kami adalah jemput Mba Astin – makan siang – city tour (mostly pantai) – check in hotel.

Setelah jemput Mba Astin, temu kangen dan kita menuju Pantai Liang. Perasaan gue masih campur aduk, antara seneng banged, excited, haru, kangen rumah. Tapi begitu ketemu pantai dan liat laut model gini…. BUBAR campur aduknya. Adanya HEEEPPPIIIII …… 🙂 akooooh #kangenlaut

IMG_9524

IMG_9520
Pantai Liang, Ambon

Salah satu kegiatan main air di Pantai Liang adalah naik perahu “jakung” ini. Modal Rp. 50.000 kita bisa minta tolong si Bapak untuk mengayuh sampai ke tengah buat jadi properti photo. Selain itu ada banana boat juga sii, dan sewa ban.

IMG_9537
Water Activity di Pantai Liang
IMG_9555
Sewa perahu Rp. 50.000 buat property poto.

Kegiatan lain di Pantai Liang yang pasti wajib kami lakukan adalah poto-poto dong. Sayang banged alam ini ga diabadikan.

IMG_9533
Me and my partner in crime
IMG_9543
Gadis Pantai

IMG_9582  IMG_9583 IMG_9584 IMG_9585

Hari pertama selain ke Pantai Liang, kita juga ke Pantai Natsepa yang terkenal dengan rujaknya. Rujak biasa, bumbu kacang. Nothing special kalo menurut gue. Tapi yaa, entah kenapa jadi wajib gitu kalo ksana jajan rujak plus kelapa muda. Modal Rp. 20.000 untuk rujak dan es kelapa lumayan deh bisa eksis buat photo.

IMG_9609
Pantai Natsepa
IMG_9643
Es Kelapa Muda dan Rujak andalan Pantai Natsepa

Malam menjemput, dan kami tiba di hotel, alhasil dasar mulut orang Jawa nyariinya makan bakso. Ga ketemu menu andalan kami, ketemulah Mie Ayam yg juara juga rasanya.

IMG_9652
Mie Ayam (sebelah hotel)

Kenyang… kita tidur buat siapin tenaga bsok pagi untuk perjalanan ke Ora Resort yang ternyata masih jauh dari kota Ambon ini.

Dengan rute yang lumayan menantang, gak sampai-sampai cuyy, dari hotel ke Pelabuhan, lanjut naik Ferry sekitar 2 jam, menepi langsung lanjut lagi pake ojek ke terminal bayangan sambung dengan mobil carteran menuju balik bukit buat nyebrang ke Ora sekitar waktu tempuh 2-3 jam dengan jalanan setengah rusak. Sampe di balik bukit kita masih nyebrang lagi pake perahu “jakung” ke Ora Resort, took 10-20 minutes.

IMG_9662
Suasana Pelabuhan Hurnala (Ambon) pagi hari, kuzut gaes!
IMG_9668
Terminal bayangan, gue pikir bus” nanggung, ternyata mobil bgini dengan ongkos Rp.75.000 (umum) dan Rp. 100.000 (carter) / orang (minimal 5 orang kalo carter).

Diperjalanan selain liat pemandangan, tidurr, lanjut lagi liat pemandangan…tidur lagi. Selama perjalanan kuping kami di sponsorin oleh lagu lagu melow ala Betharia Sonata dengan bahasa Ambon yang bikin galau. Lama kelamaan enak juga di denger.

Begitu sampai …Masya Allah… ini dia ALAM SEMESTA nan begitu indah

IMG_9675

IMG_9672
Kita nyebrang dengan kapal “jakung” dengan upah Rp. 150.000 sekali jalan.
IMG_9679
Ora Resort dah manggil-manggil kami untuk segera check-in

Hawa dingin, bau laut adalah perfect combination. Belum pernah gue ke pantai yang bgini. Bgitu gue dsana berasa “kecil” dan CINTA INDONESIA. Ora Resort ini ada di balik bukit dan berdiri di atas laut landai yang bisa langsung bisa terjun bebas buat snorkling.

Nginep di Ora Resort ini merupakan prestasi buat kami berdua, karena cuma ada 8 kamar apung dan kita berebutan. Untung mba Astin sakti mandraguna! Jadilah kami dapet kamar itu yang udah di booking jauh-jauh hari. Udah masuk kamar kami langsung sepakat untuk nongkrong di dermaga nya. Tidur di kamar apung mesti siap bayar Rp.950.000 / malam dan per orang kena extra charge Rp. 150.000 untuk 3x makan per harinya. Silahkan di hitung sendiri.

IMG_9684
Bale Bengong! Bikin males ngapa”in
IMG_9695
Happy face 🙂
IMG_9713
Abaikan jari jemari yang bantet! Rasain aja gimana rasanya liat pemandangan itu! Adem, Happy, meleleh banged sama suasanya!

Pagi harinya, indah banged.

IMG_9752
Tempat cocok buat ngayal pagi-pagi
IMG_9754
Sendal jepit selfie
IMG_9814
Thrill
IMG_9767
Terlalu narsis, sayang pas kesini gue blom punya mirrorless
IMG_9805
NAMASTE

Agenda hari ini adalah maen air (buat gue) karena sebenarnya kita juga mendatangi satu lokasi Sungai Saleman. Tempat para penduduk lokal membuat sagu.

Ini dia medan yang harus kita lewati menuju pengrajin bahan baku sagu.
Ini dia medan yang harus kita lewati menuju pengrajin bahan baku sagu.

Abis menyusuri sungai Saleman, kita maen air Pulau Raja, konon katanya pulau ini tempat peristirahatan raja-raja pada masa Belanda silam.

IMG_9857
Pulau Raja
IMG_9870
Gegeloran spot di Pulau Raja

Dari Pulau Raja kita menuju tempat snorkling buat basah”an di Tebing Batu. Ini magic banged sih tempatnya. Bisa kebayang ga di tengah laut ada gazebo kecil buat istirahat. Ini sih seru banged.

IMG_9921
Tebing Batu
IMG_9924
Hot Spot di Tebing Batu
IMG_9959
Cekrek!

IMG_9961

IMG_9943
Ngintip ikan-ikan …. Ola!

Saat ini ada satu tragedi yang bikin gue sempet lemes. Gue udah pake casing iPhone Lifeproof yang underwater, jadi harusnya aman. Tapi satu dan lain hal karena kap chargernya kebuka jadilah masuk tuh air laut. Dhar! Alhasil semaleman si pono harus berendem dengan beras.

Mba Astin masih akan lanjut ke Banda Naira kemudian harinya, sedangkan gue besok harus pulang karena sudah kembali ke realita. Terima kasih Ora Resort yang sudah mengisi hati #kangenlaut ini dengan perasaan yang luar biasa. Terima kasih pantai dan laut sudah memberi kenangan manis tak terkira. Terima kasih Ambon, Pulau Seram dan sekitarnya telah memberikan pelajaran hidup baru.

Terbayar sudah rasa lelah dan yang paling penting menjawab #kangenlaut

2 thoughts on “Felt in Love with Ora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s