Explore Bali

Beberapa waktu yang lalu, gue dculik sama Geng Gong ke Laka Leke, Ubud. Hasil dari pasrahan diri untuk ikut city tour Bali abis kewongannya Trisha and Arias.

Cerita singkatnya udah di blog sebelumnya #elevenapril

(sambil dengerin lagu Kygo….)

Minggu, 12 April, kita mulai jalan-jalannya, sengaja pilih jam pulang ke Jakarta last flight supaya bisa bebas jalan-jalan seharian.

Pagi sarapan dulu di Hotel Eden sampe semua peserta hadir, jam 9.30AM kita mulai jalan, dengan tujuan pertama si Laka Leke, Ubud buat makan bebek goreng andalan. Selama perjalanan mata merem sih, terima beres ama driver si Blih yang gaul beut.

Sebagai anak yang punya jiwa jurnalis, bgitu sampai di lokasi langsung ceprat cepret bak anak eks-skul di lepas dari kandang. Sebenarnya sih ini juga masih belajar banged, pegang kamera juga jarang, dengan kemampuan FujiFilm X-M1 gue yakin belajarnya gampang karena secara spek dan gear nya sangat mumpuni buat level beginner macem gue. Makenya gampang, hasil nya juga OK banged. Yang nanti pasti akan gue share dsini hasil”nya.

Pemandangan pertama di sini adalah, kita dsambut dengan gapura selamat datang Laka Leke dengan dekorasi patung dan payung khas Bali. Untuk menyambut dengan hangat tamu yang datang.

main gate
Gapura Selamat Datang

Tampak juga di samping sebelah kiri menu of the day dari dapur Laka Leke. Karena selain tempat budaya, Laka Leke juga terkenal dengan menu ajibnya The Famous Crispy Duck dengan harga IDR. 95.000 sepaket.

menu
Menu Special Today

Di samping main gate, ada Barong yang sengaja di pajang khusus untuk Wall Of Fame (kayanya) karena spot ini jadi spot favorit bule / tamu yang dateng ke sini buat jadi background foto wajib.

baroong
Taken with Dynamic Filter from Fuji Film X-M1
bebek
Menu andalan, the Famous Crispy Duck

Menurut gue, makanan ini enak, bebeknya dgoreng krispy. Tapi jadinya menurut gue keras dikunyah. Secara gigi udah jompo, jadi gigitnya susah. Paket ini dtemenin dengan sambel 3 rasa. Ada sambel matah, sambel terasi dan sambel balado plus juga ada sayur urapnya.

Laka Leke terdiri dari beberapa bagian, ada banyak saung-saung dan untuk menikmati santapan bisa duduk manis dengan meja makan proper atau duduk lesehan.

Dsini banyak para bule dateng karena mereka selain bisa makan, mereka juga sambil diajarin beberapa kerajinan dan seni.

Tamu Bule dateng se-rombongan bis
Tamu Bule dateng se-rombongan bis
Rombongan bule Jepang lagi belajar seni
Rombongan bule Jepang lagi belajar seni

Di saung itu, bule Jepang lagi pada belajar anyam, melukis dan mahat patung Bali. Mereka excited banged. Kayanya sih ada paketnya gitu, belajar seni sekaligus makan siang. Kadang suka sedih, orang asing aja seneng belajar budaya kita (kebudayaan Indonesia) sedangkan orang lokal mahh sabodo teing.

Seperjalanan menuju ke bagian dalam (belakang) Laka Leke, inilah sekilas pemandangannya :

ponds_2
Lewat main gate dsambut ama kolam 1
ponds
Kolam 2
ungu
Kolam 3
gate_2
Sisi lain kolam 1, taken with Green Filter Fuji Film X-M1

Lanjut muter-muter diantara bangunan-bangunan sekitar Laka Leke ada banyak patung-patung dan view Bali seperti :

patung_2
Taken with Pop Colour Filter from Fuji FIlm X-M1 (gue sebutnya ini filternya Dian Pelangi)
patung
Ini yang paling bagus menurut gue, komposisi pas, tone warna dapet. Tapi gue lupa ambil pake gaya apa
statue_2
Kesan gue liat patung ini, gue ikut ngerasa kesepian banged
hanoman
Hanoman kan ini?

pendopo_1 peacock

Okeh, lanjut di spot-spot berikutnya gue nemu sawah. Ya… di ujung akhir batas Laka Leke kita bisa nemu sepetak ladang sawah yang sedang panen. Gue rasa awalnya bangunan ini adalah rumah pribadi, tapi jadi komersil karena tuntutan pasar.

path padi_3 padi_2Oke, selanjutnya, persis di tengah” area Laka Leke kita nemuin lapangan mayan gede, kayanya sih buat aksi stage tari deh.

bali_1
Main Hall Laka Leke, Ubud

aulaAda beberapa spot lain yang menurut gue keren juga,

semak_1
Bunga Liar yang tumbuh di jalan setapak antara Main Hall dan Sawah
dynamic
Tone dynamic dari jalan bebatuan di Laka Leke

Setelah kenyang di sini, kita lanjut explore Bali. Si Blih ngajak kita ke Private Beach di sekitaran Banyan Tree Resort. Sampe sana kita liat tempat ini lagi di bangun, kita ksana berasa pantai dan laut milik sendiri karena masih sepi dari turis, selain kita geng gong yang berisik.

Nih ….. (pamer poto)

beach_5 beach_4 beach_3 beach_2 beach_1

Poto” ini diambil dengan beberapa macem model filter dari Fuji Film X-M1 dan sudah kena proses edit filter dan kawan”nya. Ini lagi proses belajar. Belom kaya master” photography. Gue percaya dengan pepatah, practise makes perfect. 


Bali adalah destinasi yang ga ada matinya, agak sedih dan ngenes juga ketika tiket pesawat CGK-DPS lebih mahal daripada ke negara2 SEA yang lain.

Must remember gaes ….. Bali adalah hanya salah satu tujuan wisata yang epic. Masih banyak yang lain, termasuk dalam list gue selanjutnya adalah : Bromo, Sawarna dan Sumba… oh ya, ada juga sisipan perjalanan jadi TL ke Jogja.

Semoga amal ibadah dan kebaikan gue serta kesehatan akan membawa gue ke tujuan destinasi berikutnya. Tetep, mupeng sama trip ke Wakatobi dan Pulau Weh. Sayang sekali temen telat ngajak yang ke Pulau Weh. But it’s okeey, masih banyak kesempatan tahun ini.

So, tahun ini, gue keukeuh dengan misi #kangenlaut di seputaran Indonesia tercinta ini. Gimana dengan lo ? Wanna join?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s